Press ESC to close

Tummy Time pada Bayi: Manfaat, Cara Melakukan, dan Waktu yang Tepat untuk Si Kecil

Salah satu kegiatan penting yang bisa Bunda lakukan bersama Si Kecil adalah tummy time. Selain menjadi momen menyenangkan, aktivitas ini juga memiliki banyak manfaat untuk mendukung tumbuh kembang bayi. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk memahami cara melakukan tummy time yang benar serta waktu yang tepat untuk melakukannya.

Apa Itu Tummy Time?

Tummy time adalah sesi latihan ketika bayi berada dalam posisi tengkurap saat terjaga. Meskipun tidak ada aturan pasti mengenai usia ideal untuk memulainya, American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar tummy time sudah diperkenalkan sejak beberapa hari setelah bayi lahir, sehingga tidak perlu ditunda terlalu lama.

Manfaat Tummy Time untuk Bayi

Saat melakukan tummy time, bayi akan berusaha mengangkat kepala dan menggerakkan tubuhnya. Hal ini penting karena dapat membantu memperkuat otot serta meningkatkan kemampuan motorik. Adapun berbagai manfaat tummy time antara lain:

  • Mengembangkan kemampuan bayi dalam mengontrol kepala
  • Meningkatkan keterampilan motorik kasar secara bertahap
  • Membantu memperkuat otot leher, dada, bahu, dan lengan
  • Mendukung penanganan kondisi seperti tortikolis
  • Mencegah plagiocephaly (kepala bayi menjadi peyang)
  • Mengurangi risiko perut kembung karena posisi tengkurap membantu pengeluaran gas
  • Sekaligus mempererat hubungan emosional antara ibu dan bayi

Dengan kata lain, tummy time merupakan fondasi penting agar bayi dapat belajar berguling, merangkak, duduk, hingga berjalan.

Cara Melakukan Tummy Time yang Benar

Agar manfaatnya optimal, tummy time perlu dilakukan dengan cara yang tepat. Bunda bisa mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Pertama, pilih permukaan yang datar dan aman, seperti lantai beralas atau kasur
  2. Kemudian, pastikan area tersebut bersih serta diberi alas lembut seperti selimut atau matras bayi
  3. Setelah itu, letakkan bayi secara perlahan dalam posisi tengkurap
  4. Selanjutnya, ajak bayi berinteraksi dengan berbicara, tersenyum, atau bermain mainan
  5. Selain itu, Bunda juga bisa meletakkan cermin di depan bayi agar ia tertarik melihat bayangannya

Sebagai tambahan, tummy time juga bisa dilakukan di dada atau pangkuan Bunda agar bayi merasa lebih nyaman, terutama di awal latihan.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Tummy Time?

Tummy time sebaiknya dilakukan saat bayi dalam kondisi sadar dan tidak mengantuk. Misalnya, setelah bangun tidur, setelah mandi, atau setelah mengganti popok. Namun, hindari melakukannya setelah bayi menyusu, karena tekanan pada perut dapat menyebabkan bayi muntah.

Pada awalnya, tummy time cukup dilakukan selama 1–3 menit dan diulang 2–3 kali sehari. Seiring bertambahnya usia, durasinya dapat ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai total 20–30 menit per hari, biasanya saat bayi berusia sekitar 4 bulan.

Perkembangan Bayi Saat Tummy Time

Seiring waktu, kemampuan bayi akan terus berkembang, antara lain:

  • Usia 3–4 bulan: bayi mulai bisa mengangkat dada, menopang tubuh dengan siku, serta menendang kakinya
  • Usia 5–6 bulan: otot lengan, bahu, dan punggung semakin kuat, sehingga bayi mulai mencoba bergerak maju atau ke samping

Selain itu, pada fase ini bayi mungkin akan berguling secara tidak sengaja. Hal tersebut normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Tips Aman Melakukan Tummy Time

Agar tummy time tetap aman dan nyaman, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Selalu awasi bayi selama tummy time berlangsung
  • Jangan meninggalkan bayi sendirian dalam posisi tengkurap
  • Jika bayi terlihat lelah atau mengantuk, segera posisikan kembali telentang
  • Hindari membiarkan bayi tidur dalam posisi tengkurap karena dapat meningkatkan risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *