
Pengobatan cacar air disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala yang dialami pasien. Pada kasus ringan, cacar air umumnya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Namun demikian, pemberian obat dan perawatan yang tepat tetap diperlukan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi.
Secara umum, pengobatan cacar air meliputi penggunaan obat-obatan serta perawatan mandiri di rumah.
Pengobatan Cacar Air dengan Obat-Obatan
Dokter dapat meresepkan beberapa jenis obat untuk membantu mengurangi gejala cacar air. Jenis obat yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi pasien.
1. Obat Antihistamin
Antihistamin digunakan untuk mengurangi rasa gatal pada ruam cacar air. Selain itu, obat ini juga membantu pasien merasa lebih nyaman.
Beberapa contohnya adalah:
- Loratadine seperti Alloris, Loran, dan Wintin
- Cetirizine seperti Incidal dan Cetrol
- Fexofenadine seperti Telfast
2. Obat Pereda Nyeri dan Demam
Untuk meredakan gejala seperti demam, sakit kepala, atau nyeri otot, dokter biasanya akan meresepkan obat seperti Paracetamol.
Namun, penting untuk diingat:
- Aspirin tidak boleh digunakan karena berisiko menyebabkan Sindrom Reye
- Penggunaan ibuprofen sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko infeksi sekunder
Oleh karena itu, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat bebas.
3. Obat Antivirus
Jika gejala cukup berat atau pasien berisiko mengalami komplikasi, dokter dapat memberikan obat antivirus. Obat ini bekerja dengan melawan virus penyebab cacar air, yaitu Varicella zoster.
Beberapa obat antivirus yang umum digunakan antara lain:
- Acyclovir seperti Acifar dan Clinovir
- Valacyclovir seperti Icllovir dan Valciron
- Famciclovir seperti Famvir
Agar hasilnya optimal, obat ini sebaiknya dikonsumsi dalam 24 jam pertama sejak ruam muncul.
4. Obat Antibiotik
Antibiotik tidak digunakan untuk mengobati cacar air secara langsung. Namun, jika terjadi infeksi bakteri pada luka, dokter dapat meresepkan antibiotik untuk mengatasinya.
Pengobatan Mandiri Cacar Air di Rumah
Selain obat-obatan, perawatan mandiri juga sangat penting untuk mempercepat pemulihan. Terutama pada kasus ringan, langkah ini dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.
1. Minum air putih yang cukup
Minum banyak air membantu mencegah dehidrasi. Selain itu, konsumsi makanan lembut juga dianjurkan jika terdapat luka di mulut.
2. Hindari menggaruk ruam
Menggaruk ruam dapat menyebabkan infeksi. Oleh sebab itu, potong kuku dan gunakan sarung tangan saat tidur.
3. Mandi air hangat
Mandi air hangat dapat membantu meredakan gatal. Setelah itu, keringkan tubuh dengan cara ditepuk, bukan digosok.
4. Gunakan pakaian yang nyaman
Kenakan pakaian berbahan lembut dan longgar agar tidak mengiritasi kulit.
5. Oleskan losion antigatal
Gunakan losion seperti Calamine lotion untuk membantu meredakan gatal pada kulit.
6. Kompres dingin pada ruam
Kompres ruam dengan air dingin dapat mengurangi rasa gatal. Selain itu, bahan alami seperti teh chamomile juga bisa digunakan karena bersifat menenangkan.
7. Istirahat yang cukup
Istirahat membantu tubuh melawan infeksi. Dengan demikian, proses pemulihan bisa berlangsung lebih cepat sekaligus mengurangi risiko penularan.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter jika:
- Demam tinggi tidak kunjung turun
- Ruam semakin parah atau terinfeksi
- Sesak napas atau gejala berat lainnya muncul
Penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.
Leave a Reply